Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 09:05 WIB

Nggak Cuma Patrick Kluivert, 2 Pelatih Ini Dipecat Juga di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Siapa Saja?

Author

Pelatih Timnas Indoneia, Patrick Kluivert. (REUTERS/Stringer)

INDOZONE.ID - Jagat sepak bola Indonesia tengah ramai membahas pemecatan Patrick Kluivert dari kursi kepelatihan Timnas Garuda. 

Keputusan ini diambil sebagai buntut dari kegagalan Timnas Indonesia melaju lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia usai meraih 2 kekalahan beruntun menghadapi Arab Saudi dan Irak. 

Tekanan dan ekspektasi yang tinggi membuat posisi pelatih kepala menjadi kursi panas yang taruhannya adalah pemecatan jika gagal.

Namun, ternyata Kluivert tidak sendirian. Di belahan dunia lain, tepatnya di Eropa, dua pelatih tim nasional juga harus angkat koper di tengah sengitnya persaingan menuju panggung sepak bola termegah di dunia. 

Nasib mereka serupa, meski dengan alasan yang sedikit berbeda. Siapa saja mereka?

Baca juga: Inter Miami Ingin Datangkan Neymar untuk Lengkapi Trio MSN Bersama Messi dan Suarez

1. Jon Dahl Tomasson (Timnas Swedia)

Pelatih Timnas Swedua, Jon Dahl Tomasson memberikan instruksi kepada Alexander Isak. (REUTERS/Valdrin Xhemaj)

Nama pertama adalah legenda sepak bola Denmark, Jon Dahl Tomasson. 

Dikenal sebagai striker tajam semasa bermain, karir kepelatihannya bersama Timnas Swedia harus berakhir pahit. 

Penyebab utamanya? Hasil buruk yang konsisten di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.

Di bawah asuhannya, Swedia yang biasanya menjadi salah satu kekuatan sepak bola Skandinavia, justru terpuruk. 

Tim berjuluk Biru-Kuning ini terdampar sebagai juru kunci di fase grup. 

Baca juga: Kursi Panas Pelatih PSM Makassar Segera Terisi, Ini Bocorannya!

Sebuah posisi yang tentu saja tidak bisa diterima oleh federasi, para pemain, dan terutama para penggemar sepak bola di Swedia yang memiliki ekspektasi tinggi.

Kegagalan total ini membuat Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) tidak punya pilihan lain selain mendepak Tomasson. 

Mereka membutuhkan perubahan drastis untuk mencoba menyelamatkan kampanye kualifikasi yang sudah di ujung tanduk dan membangun kembali moral tim untuk kompetisi di masa depan. 

Pemecatan ini menjadi pengingat bahwa nama besar sebagai pemain tidak menjamin kesuksesan di kursi pelatih.

Baca juga: Arema FC Jadi Lawan Pertama Ahmad Amiruddin Usai Gantikan Tavares di PSM Makassar

2. Ivan Hasek (Timnas Ceko)

Berbeda dengan Tomasson yang dipecat karena rentetan hasil negatif, nasib Ivan Hasek bersama Timnas Republik Ceko sedikit lebih dramatis. 

Mantan pemain andalan Ceko ini sebenarnya tidak memiliki rekor yang terlalu buruk, tetapi satu kekalahan spesifik menjadi pemicu pemecatannya.

Penyebabnya adalah kekalahan memalukan 2-1 dari Kepulauan Faroe. 

Kekalahan dari tim yang di atas kertas berada beberapa level di bawah Ceko ini dianggap sebagai aib nasional. 

Hasil ini sontak membuat Federasi Sepak Bola Republik Ceko (FACR) murka.

Baca juga: Ricuh Warnai Laga Qatar vs UEA di Doha, Suporter Lempar Botol hingga iPhone 17 Pro Max

Melansir Flashscore, saking seriusnya masalah ini, pejabat tinggi FACR yang juga merupakan legenda Juventus, Pavel Nedved, sampai harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan krisis tersebut. 

Bagi mereka, kekalahan ini bukan hanya soal kehilangan tiga poin, tetapi juga soal harga diri dan martabat bangsa di kancah sepak bola internasional.

Sebagai solusi cepat, FACR memecat Hasek dan langsung menunjuk asisten pelatihnya untuk mengambil alih komando tim di dua laga sisa melawan San Marino dan Gibraltar. 

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi "kecelakaan" serupa dan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.

Baca juga: Tanjung Verde Lolos Piala Dunia untuk Pertama Kalinya: Populasinya Hanya 525 Ribu Jiwa!

Dari Kluivert di Asia hingga Tomasson dan Hasek di Eropa, Kualifikasi Piala Dunia 2026 sekali lagi membuktikan bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan bagi para pelatih. 

Tuntutan untuk meraih hasil maksimal membuat posisi mereka sangat rentan, di mana satu kekalahan memalukan atau performa di bawah standar bisa langsung berujung pada surat pemecatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Flashscore.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU