INDOZONE.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel menyebut timnya bermain terlalu bebas saat pertandingan kontra Selandia Baru pada Minggu (7/6/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Raymond James, Tampa, Timnas Inggris berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru.
Dalam laga itu, satu-satunya gol kemenangan Timnas Inggris dicetak melalui tandukan Harry Kane pada menit ke-45+3.
Melawan Selandia Baru yang merupakan tim peringkat ke-85 dunia, Inggris mampu tampil mendominasi pertandingan dengan catatan penguasaan bola mencapai 71 persen, serta melakukan 23 tembakan. Hanya saja, mereka tidak mampu mencetak banyak gol pada pertandingan tersebut.
Baca juga: Pelatih Oman Puji Timnas Indonesia: Ranking FIFA Tak Cerminkan Bagusnya Kualitas Skuad Garuda
Dalam pertandingan tersebut, Rio Ngumoha menjadi pemain termuda yang mencatatkan debutnya bersama Timnas Inggris di usia yang baru menginjak 17 tahun 281 hari.
Dalam konferensi pers setalah pertandingan, Tuchel angkat bicara soal permainan Timnas Inggris dalam laga kontra Selandia Baru.
Pelatih asal Jerman itu tidak terlalu suka dengan permainan The Three Lions di babak pertama, namun ia sangat menyukai permainan anak asuhnya di babak kedua.
"Saya baik-baik saja dengan itu. Saya tidak terlalu senang. Saya lebih menyukai babak kedua daripada babak pertama. Saya pikir kami lebih bersemangat di babak kedua, lebih agresif dalam menguasai dan tanpa bola, menciptakan lebih banyak peluang. Beberapa peluang setengah matang yang bagus dan beberapa penetrasi bagus ke dalam kotak penalti," ujar Thomas Tuchel dalam wawancaranya yang dikutip dari ESPN pada Minggu (7/6/2026).
"Jadi, pada dasarnya itulah cerita pertandingan ini. Kami banyak melakukan umpan silang, banyak tembakan jarak jauh yang biasanya bukan gaya permainan kami. Kami banyak memainkan bola-bola panjang, banyak umpan panjang. Itu bukan bagian dari latihan dalam empat hari terakhir. Itu sedikit campuran dari segalanya. Itulah mengapa babak pertama terlihat seperti itu," tutur pelatih berusia 53 tahun itu menjelaskan.
Baca juga: Timnas Indonesia Menang 3-0, Ini Rahasia Emil Audero Gagalkan Penalti Oman
Tuchel juga menambahkan bahwa pemain Timnas Inggris terakhir bermain bersama pada November 2025.
Mereka baru melakukan 4 sesi latihan bersama hingga akhirnya Tuchel merombak tim.
Karena itu, mantan pelatih Bayern Munich itu mengatakan bahwa The Three Lions belum pernah bermain kombinasi seperti laga kontra Selandia Baru sebelumnya.
"Sebagai konteks, banyak pemain kami terakhir kali bermain bersama pada bulan November. Jadi, itu sudah setengah tahun yang lalu. Kami [hanya] melakukan empat sesi latihan bersama dan kami merombak tim sepenuhnya sehingga kami belum pernah bermain dalam kombinasi seperti ini sebelumnya untuk memberi setiap orang waktu 45 menit. Dan kemudian ada kondisi, lapangan, bisa jadi seperti ini," tutur mantan pelatih Borussia Dortmund, PSG, Chelsea dan Bayern Munich itu.
Lapangan baru dipasang beberapa hari sebelumnya, tetapi kedua tim terhindar dari cedera sebelum Piala Dunia 2026 di mulai.
"Sangat sulit untuk melanjutkan pertandingan," kata Tuchel. "Saya rasa tidak berbahaya jika ada pemain yang cedera. Kami tidak mengalami cedera dan tidak ada kekhawatiran, tetapi permainannya sangat tidak seimbang. Sulit untuk mengalirkan bola dengan cepat. Ketika Anda menguasai bola hampir sepanjang pertandingan, itu tidak membantu Anda," ujar Tuchel menambahkan.
Baca juga: Meksiko Ukir Sejarah: Negara Paling Sering Jadi Tuan Rumah Piala Dunia!
"Ya begitulah adanya. Hal itu bisa terjadi. Saya tahu dari tur pramusim di luar negeri bahwa Anda bisa bermain di stadion yang biasanya bukan stadion sepak bola, bahwa lapangan mungkin terlalu baru dan belum sepenuhnya tumbuh dan rata," ujarnya lagi.
Satu gol yang dicetak Harry Kane pada laga melawan Selandia Baru menjadi gol ke-79 bersama Timnas Inggris. Thomas Tuchel tidak meragukan kualitas penyerang Bayern Munich itu.
Ia mengatakan bahwa pemain berusia 33 tahun itu selalu siap untuk mencetak gol bagi The Three Lions hingga akhirnya menjadi gol penentu kemenangan bagi timnya.
"Itulah yang dia lakukan. Dia selalu siap mencetak gol. Pada akhirnya, itu adalah gol penentu. Seperti biasa, tidak ada rahasia di situ," ujar Thomas Tuchel.
"Banyak ritme, sedikit lebih banyak kepercayaan diri. Akan sedikit lebih mudah bagi grup kedua untuk memulai dengan skor 1-0. Harry dalam kondisi prima dan saya pikir bagaimanapun juga, ketika tekanan datang dan turnamen dimulai, itu akan mengeluarkan yang terbaik dari para pemain kami," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN