Alexander Isak saat bermain di Timnas Swedia. (REUTERS/Valdrin Xhemaj)
INDOZONE.ID - Alexander Isak mengaku senang akhirnya bisa kembali merumput setelah menyelesaikan kepindahannya ke Liverpool.
Striker berusia 25 tahun itu kembali bermain untuk pertama kalinya musim ini saat Swedia kalah 0-2 dari Kosovo pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Senin (8/9/2025).
Isak baru saja merampungkan transfer bernilai 125 juta poundsterling dari Newcastle United ke Liverpool pada hari terakhir bursa transfer musim panas.
Baca juga: Dan Burn Mengerti Keputusan Alexander Isak Pindah ke Liverpool meski Suporter Newcastle Kecewa
Kepindahan yang memecahkan rekor itu menjadi salah satu saga transfer paling panas sepanjang musim panas ini.
“Rasanya sangat baik semuanya selesai sebelum saya bergabung dengan tim nasional. Kini saya bisa kembali fokus pada sepak bola,” ujar Isak, yang turun sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Kepindahan Isak ke Liverpool tidak berlangsung singkat. Sejak awal jendela transfer, penyerang Timnas Swedia itu sudah menunjukkan keinginannya untuk hengkang dari Newcastle.
Ia bahkan absen di laga pramusim serta pertandingan pembuka Premier League musim ini.
Baca juga: Alexander Isak Tuding Newcastle Ingkar Janji, Isyaratkan Ingin Hengkang
Menurut Isak, Newcastle dianggap tidak menepati janji dan bahkan menyesatkan para pendukung. Kondisi tersebut membuat dirinya semakin mantap untuk mencari tantangan baru.
Ia menambahkan, “Situasi ini baru bagi saya. Tapi dari sini saya bisa belajar banyak, bukan hanya di lapangan, melainkan juga secara mental di luar lapangan.”
Alexander Isak saat diperkenalkan di Liverpool. (Dok. Liverpool FC)
Kini, setelah kepindahannya rampung, Isak merasa lega bisa memulai lembaran baru bersama Liverpool. Ia tidak ingin terlalu memikirkan komentar negatif atau isu yang beredar di luar lapangan.
Baca juga: Tak Gentar, Ekitike Siap Bersaing dengan Isak untuk Posisi Striker Utama di Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters