Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 13:40 WIB

Apa Itu Passing? Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai dalam Sepak Bola, Basket, dan Voli

Author

Toni Kroos saat melakukan passing yang melewati Thomas Muller. (Dok. Real Madrid)

INDOZONE.ID - Passing adalah teknik dasar dalam olahraga beregu yang dilakukan dengan cara mengoper bola dari satu pemain ke pemain lain dalam satu tim.

Tujuan utama passing adalah menjaga penguasaan bola, membangun serangan, serta menciptakan peluang untuk mencetak gol atau poin.

Dalam praktiknya, passing menjadi dasar permainan tim. Tanpa operan yang akurat dan tepat sasaran, strategi yang telah disusun akan sulit dijalankan secara efektif.

Karena itu, teknik passing wajib dikuasai oleh setiap pemain, baik di level pemula maupun profesional.

Pada permainan sepak bola, passing bukan sekadar memindahkan bola, melainkan inti dari penguasaan permainan.

Melalui passing yang baik, sebuah tim mampu mengatur tempo, mencari ruang kosong, serta mengurangi tekanan dari lawan.

Konsep serupa juga berlaku dalam bola basket dan bola voli. Meski memiliki karakter permainan yang berbeda, prinsip passing tetap sama, yakni mengalirkan bola kepada rekan setim dengan akurasi dan waktu yang tepat.

Baca juga: Berapa Menit Waktu Istirahat dalam Sepak Bola? Ini Aturan Resmi FIFA

Fungsi Passing dalam Permainan Bola

Passing memiliki peran yang sangat penting dalam kerja sama tim dan pengambilan keputusan di lapangan.

Setiap operan yang dilakukan pemain selalu mengandung tujuan, baik untuk mempertahankan bola, mengubah arah serangan, maupun memancing pergerakan lawan.

Oleh karena itu, passing tidak hanya menuntut keterampilan teknik, tetapi juga pemahaman terhadap situasi permainan, posisi rekan setim, serta strategi yang diterapkan oleh tim.

Berikut beberapa fungsi utama passing dalam permainan bola:

Baca juga: Mengenal 7 Jenis Rumput Lapangan Sepak Bola Sesuai dengan Standar FIFA yang Wajib Kamu Ketahui

1. Mempertahankan Penguasaan Bola

Operan yang akurat membantu tim menjaga bola dari tekanan lawan dan meminimalkan risiko kehilangan penguasaan.

2. Mengatur Tempo Permainan

Melalui passing, tim dapat mengontrol ritme pertandingan, baik dengan mempercepat serangan maupun memperlambat permainan saat dibutuhkan.

3. Menciptakan Peluang Menyerang

Umpan terobosan atau operan ke ruang kosong mampu membongkar pertahanan lawan dan membuka peluang mencetak gol atau poin.

4. Menyusun Serangan yang Efisien

Dalam bola voli, passing seperti set dan dig menjadi kunci untuk menyiapkan serangan yang efektif dan terorganisasi.

Baca juga: Mengenal 20 Istilah Dalam Permainan Bola Voli yang Wajib Kamu Ketahui

Jenis-Jenis Passing

Teknik passing tidak dilakukan dengan satu cara yang sama dalam setiap situasi.

Faktor jarak, tekanan lawan, posisi rekan setim, serta tujuan permainan membuat passing berkembang menjadi berbagai jenis.

Pemahaman terhadap jenis passing sangat penting agar pemain dapat memilih operan yang paling efektif di lapangan.

1. Jenis Passing dalam Sepak Bola

Teknik passing dalam sepak bola. (Dok. Freepik)

Dalam sepak bola, passing umumnya dibedakan berdasarkan jarak dan tujuan umpan, antara lain:

Umpan Pendek (Short Pass)

Operan jarak dekat untuk menjaga kontrol bola dan tempo permainan.

Umpan Jauh (Long Pass)

Operan panjang untuk menjangkau rekan setim yang berada di posisi lebih jauh.

Umpan Terobosan (Through Pass)

Operan ke ruang kosong di belakang lini pertahanan lawan.

Wall Pass atau One-Two

Kombinasi umpan cepat antara dua pemain untuk melewati lawan.

Lob Pass

Umpan melambung yang bertujuan melewati hadangan pemain lawan.

Berbagai jenis passing ini digunakan untuk menjaga penguasaan bola, mengatur alur serangan, serta membuka pertahanan lawan.

Baca juga: Jenis-Jenis Pelanggaran dan Sanksi Sepak Bola Lengkap Sesuai Aturan FIFA dan IFAB

2. Jenis Passing dalam Bola Basket

Teknik passing dalam bola basket. (Dok. Freepik)

Dalam bola basket, passing dibedakan berdasarkan cara mengoper bola, di antaranya:

Chest Pass

Umpan dari dada menggunakan kedua tangan.

Bounce Pass

Umpan yang dipantulkan ke lantai sebelum diterima rekan setim.

Overhead Pass

Umpan dari atas kepala untuk jarak yang lebih jauh.

Passing dalam basket berfungsi untuk mempercepat pergerakan bola, mengecoh lawan, serta menciptakan ruang tembakan yang ideal.

3. Jenis Passing dalam Bola Voli

Teknik passing dalam bola voli. (Dok. Freepik)

Passing dalam bola voli dikenal dengan istilah set dan dig, yaitu:

Passing Atas (Set)

Operan menggunakan ujung jari di atas kepala untuk menyiapkan serangan.

Passing Bawah (Dig)

Operan dari bawah untuk menerima servis atau serangan lawan.

Dalam permainan bola voli, setiap tim hanya diperbolehkan melakukan maksimal tiga sentuhan sebelum mengembalikan bola ke area lawan. Hal ini membuat passing menjadi elemen penting dalam pola serangan.

Baca juga: Panduan Posisi dan Tugas Pemain dalam Permainan Bola Voli

Contoh Passing dalam Pertandingan

Penerapan teknik passing dapat ditemukan dalam berbagai situasi pertandingan olahraga beregu.

Pada sepak bola, seorang gelandang mengirimkan umpan terobosan kepada penyerang yang bergerak di belakang lini pertahanan lawan untuk menciptakan peluang mencetak gol.

Dalam bola basket, pemain point guard melakukan chest pass kepada shooting guard yang berada dalam posisi bebas, lalu menerima umpan balik untuk melakukan tembakan tiga poin.

Sementara itu, dalam bola voli, passing atas di dekat net kepada spiker menjadi langkah penting untuk menyiapkan serangan yang efektif dan menghasilkan poin.

Kesimpulan

Passing merupakan teknik dasar sekaligus elemen strategi utama dalam olahraga beregu. Dalam sepak bola, passing berperan menjaga penguasaan bola dan membuka peluang serangan.

Baca juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Ini 5 Penghargaan Individu Paling Bergengsi Sepak Bola

Dalam bola basket, passing menjadi kunci untuk menciptakan ruang tembakan dan menjaga ritme permainan. Sedangkan dalam bola voli, passing membentuk fondasi serangan yang terstruktur dan efektif.

Dengan memahami teknik, jenis, dan fungsi passing secara menyeluruh, pemain dapat meningkatkan kerja sama tim serta efektivitas permainan di lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIVB, Soccer Coach Weekly

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU