Sabtu, 09 MEI 2026 • 16:07 WIB

Total Football Adalah? Kenalan dengan Taktik yang Merevolusi Permainan Sepak Bola

Author

Johan Cruyff, Total Football adalah. (FIFA)

INDOZONE.ID - Taktik sepak bola berkembang seiring perkembangan zaman. Akan tetapi, ada taktik yang begitu ikonik karena merevolusi permainan sepak bola.

Total Football merupakan taktik yang tumbuh dan berkembang dengan pesat di Ajax Amsterdam dan Timnas Belanda pada era 1970-an. 

Kehebatan taktik ini terbukti mampu mengubah wajah sepak bola menjadi lebih menarik, seperti yang sekarang kalian kenal. Kal ini, mari berkenalan dengan Total Football, mulai dari asal-usul hingga kabar terkininya!

Total Football Adalah?

Sebagai sebuah taktik, Total Football membawa konsep unik yang mungkin dianggap aneh kala itu. Total Football memiliki prinsip utama, yaitu tidak ada pemain yang punya posisi tetap.

Baca juga: Marselino Ferdinan Penasaran dengan Filosofi Total Football Patrick Kluivert

Setiap pemain harus bertukar posisi untuk menciptakan pola penyerangan dahsyat yang sulit terbaca lawan. Fleksibilitas ini membuat Total Football sebagai taktik yang membutuhkan kecerdasan sepak bola, kemampuan teknis yang apik, dan komunikasi bagus di antara para pemain.

Total Football saat menyerang bertujuan meluaskan lapangan dengan memanfaatkan ruang sehingga selalu ada opsi untuk mengumpan, mempertahankan penguasaan bola, dan menciptakan peluang mencetak gol.

Menilik penjelasan tersebut, Total Football terkesan sebagai taktik yang cuma fokus pada penyerangan. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian.

Saat bertahan, Total Football berusaha menyempitkan lapangan dengan garis pertahanan tinggi, membatasi ruang gerak lawan, dan menekan pemain secara berkelompok. Dengan taktik ini, tim diharapkan mampu merebut bola secepat mungkin sehingga bisa melancarkan serangan balik kilat.

Total Football yang dieksekusi dengan baik, akan memadupadankan penetrasi serangan dengan pertahanan intens nan proaktif.

Asal-Usul Total Football

Penjelasan perihal Total Football mengindikasikan, bahwa taktik ini fokus pada penyerangan tanpa melupakan betapa pentingnya pertahanan.

Lantas siapa yang berjasa dalam penemuan Total Football? Jika ditarik ke masa lalu, tepatnya pada era 1970-an, Rinus Michels dan Johan Cruyff amat berjasa dalam perkembangan taktik ini.

Namun, elemen-elemen terkait Total Football juga ditemukan dari tim-tim sukses generasi sebelumnya, seperti Timnas Austria pada 1930-an dan Timnas Hungaria pada 1950-an. 

Kesuksesan dua tim itu dipengaruhi oleh pelatih asal Inggris, Jimmy Hogan. Ia dikenal sebagai pelatih yang menyukai sepak bola menyerang dan menarik.

Mentor Michels lainnya yang berasal dari Inggris, adalah Jack Reynolds. Sosok ini menjalani tiga periode kesuksesan bersama Ajax dengan memenangkan delapan gelar liga.

Selain itu, Reynolds juga menempatkan akar bagi program pembinaan pemain muda Ajax dengan sesi latihan yang fokus pada teknik dan kebugaran. Itu untuk mendukung Total Football.

Rinus Michels, Total Football adalah. (X/@AFCAjax)

Michels mulai memimpin Ajax pada 1965. Setahun sebelumnya, Cruyff debut untuk Ajax. Kombinasi Michels sebagai pelatih dan Cruyff sang bintang bersama para pemain lainnya, membuat penerapan Total Football di Ajax berjalan lancar.

Periode pertama Michels bersama Ajax berakhir pada musim panas 1971, setelah meraih trofi Liga Champions. Michels pindah ke Barcelona untuk menetap selama empat musim di Camp Nou.

Setelah kepergian Michels, Ajax tetap mengukir prestasi berkat Total Football yang ditanamkannya. Ajax bahkan menjuarai Liga Champions selama dua musim beruntun setelah kepindahan Michels.

Pada 1973, Ajax kembali kehilangan sosok penting, yaitu Cruyff yang melanjutkan karier di Barcelona. Michles dan Cruyff bersatu kembali di Barcelona.

Kerja sama Michels dan Cruyff membuahkan trofi Liga Spanyol pertama bagi Barcelona sejak 1960. Bersama kedua sosok itu, Barcelona pun menerapkan Total Football.

Namun, perwujudan Total Football paling nyata terlihat di Piala Dunia 1974 kala Belanda dilatih Michels dan Cruyff berperan sebagai kapten.

Belanda tampil impresif di turnamen itu dengan mencetak 14 gol dan cuma kebobolan satu gol dalam enam laga sebelum mencapai partai puncak.

Baca juga: Lawan Palestina, STY Sebut Timnas Indonesia Bakal Pakai Strategi 'Total Football'

Sayangnya, Belanda kalah 1-2 di final oleh tuan rumah Jerman Barat. Belanda takluk oleh man marking Jerman Barat yang terbukti mampu mematikan Total Football.

Kendati gagal jadi juara, Belanda telah menunjukkan permainan paling memukau dan ikonik dalam sejarah sepak bola.

Michels dan Cruyff terus membawa Total Football dalam setiap langkah mereka. Taktik itu membawa mereka meraih banyak kesuksesan.

Michels cukup berhasil bersama Barcelona pada periode keduanya. Lalu, ia memenangkan hadiah terbesar dalam karier kepelatihannya saat memimpin Belanda menjuarai Piala Eropa 1988. Selang empat tahun, Michels pensiun 

Kala Belanda juara Piala Eropa 1988, Cruyff telah gantung sepatu lebih dulu pada 1985. Setelah pensiun, Cruyff pun mengikuti jejak Michels dengan jadi pelatih.

Sebagai pelatih, Cruyff tidak meninggalkan Total Football. Ia membawanya kala melatih Ajax dan Barcelona. 

Barcelona asuhan Johan Cruyff, Total Football adalah. (FIFA)

Tapi, kesuksesan terbesar Cruyff sebagai juru taktik terukir kala menukangi Barcelona. Ia membawa Blaugrana memenangkan empat trofi Liga Spanyol pada 1991 hingga 1994, serta menjuarai Liga Champions pada 1992.

Cruyff pun menjabarkan pendapatnya tentang Total Football dengan menyatakan, “Dalam tim saya, kiper adalah penyerang pertama dan penyerang adalah bek pertama.”

Warisan Total Football

Karena kesuksesannya, unsur-unsur utama dalam Total Football, seperti penguasaan bola dan fleksibilitas pemain di lapangan, jadi inti dari permainan tim-tim sukses lain pada era modern.

Baca juga: Nggak Selalu Membosankan, Yuk Kenali Taktik 'Parkir Bus' yang Sering Bikin Lawan Frustrasi!

Jika ditanya siapa pelatih yang menjadi Total Football sebagai inspirasi dalam gaya permainannya, jawaban paling tepat adalah Pep Guardiola. Guardiola merupakan mantan pemain asuhan Cruyff di Barcelona yang sangat paham dengan Total Football. 

Tim-tim asuhan Guardiola, seperti Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City, fokus pada penguasaan bola, meluaskan lapangan saat menyerang, dan menyempitkannya waktu bertahan. 

Elemen-elemen Total Football tetap ada hingga sekarang, pada taktik-taktik sepak bola modern. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIFA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU